Malioboro Ditetapkan Sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Denda Pelanggaran Maksimal Rp 7,5 Juta


Lama rokok sudah jadi satu masalah yang problemtik. Di satu segi dia bisa memberikan keuntungan pemerintahan melalui pajaknya, di lain sisi bisa bikin rugi kesehatan. Tidak saja kesehatan sang perokok tersebut, tetapi orang disekelilingnya yang ingin tidak mau turut terkena.

Nah, selaku usaha mengurai masalah itu, pemerintahan punyai bermacam pendekatan. Diantaranya mengaplikasikan Teritori Tiada Rokok di sejumlah titik tempat umum. Yang terkini, Pemerintahan Kota Yogyakarta mengaplikasikannya untuk teritori Malioboro.

Sebelumnya setelah lakukan eksperimen Teritori Orang berjalan Kaki, sekarang kamu yang punya niat singgah piknik ke Malioboro sudah tidak dapat sebat asal-asalan. Peraturan ini telah berlaku semenjak Kamis (12/11) dan jika ketahuan menyalahi, denda maksimumnya cukup buat DP motor lo.

Merilis Kompas, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan Pemerintahan Yogyakarta akan memberi ancaman denda optimal Rp 7,5 juta ke pelanggar Teritori Tiada Rokok, mengarah pada ketentuan wilayah nomor dua tahun 2017. Pelanggar yang diartikan tidak hanya pelancong, dan juga warga di tempat. Karena itu dia menjelaskan telah jalankan publikasi terhitung melalui Jogoboro yaitu team spesial yang tangani keamanan dan ketertiban di Malioboro.

Kecuali untuk menahan imbas jelek rokok untuk seseorang dalam tempat umum, Heroe menjelaskan peraturan ini sekalian diperuntukkan supaya warga dan pelancong lebih disiplin memakai masker sepanjang wabah. Dia akui sejauh ini beberapa orang jalan-jalan dengan turunkan masker sampai dagu dengan fakta sedang merokok. Seperti kita ketahui, mulut adalah sisi paling beresiko menyebarkan Covid-19. Jadi implementasi peraturan ini seperti sekalian menyelam minum air. Imbas jelek rokok terhindar, resiko penyebaran virus juga.


Nah, walau Malioboro telah diputuskan selaku Teritori Tiada Rokok, Heroe menerangkan pedagang asongan masih diperboleh untuk jual rokok. Loh? Lagi konsumen rokok ingin sebat di mana, dong? Tenang, karena itu Pemerintah kota Yogyakarta telah sediakan empat titik selaku tempat merokok. Yaitu Taman Parkirkan Abu Bakar Ali, sisi utara Malioboro Mall, sisi utara Ramayana, dan lantai III Pasar Beringharjo.

Jadi jika mulut kamu mendadak asem pengin merokok waktu piknik di Malioboro, datangi empat titik itu, ya. Tetapi sebagus-baiknya opsi sich tidak perlu merokok. Kecuali mempunyai potensi memunculkan penyakit dan membuat dompet kering, ngerinya tempat merokok itu jadi ramai orang dan prosedur menjaga jarak tidak dapat diaplikasikan secara optimal.

Selanjutnya Heroe menjelaskan, implementasi peraturan baru ini membuat Malioboro punyai tambahan prosedur kesehatan yang harus dipatuhi. Yang awalnya hanya 4M, saat ini jadi 4M+1TM, yakni menggunakan masker, jaga jarak, membersihkan tangan, menghindar keramaian, dan tidak merokok.