UNESCO Tetapkan 3 Kawasan di Indonesia Sebagai Cagar Biosfer Baru. Apa Itu Cagar Biosfer?


Lama keelokan rentang alam Nusantara dari Sabang sampai Merauke demikian terkenal. Keberagaman yang terangkum bahkan juga mengantarkan Indonesia ke predikat negara megabiodiversitas. Walau demikan, macam flora dan fauna, laut dan didalamnya, sampai hutan-hutan hijau yang dibanggakan, dapat terancam bila kita tidak sanggup melestarikannya. Ada harga yang tidak akan terbayar bila sampai itu berlangsung.

Nah, menahan semua wujud penghancuran alam dan lingkungan, terutamanya yang dikerjakan oleh tangan-tangan serakah ialah wujud paling riil yang dapat digalakkan untuk menjaga peninggalan alam. Mendapuk atau masukkan satu teritori penting ke dalam program Cagar Biosfer adalah diantaranya. Apakah itu Cagar Biosfer? Yok baca penuturannya


Secara simpel, Cagar Biosfer adalah satu teritori ekosistem yang kehadirannya dianggap dunia internasional selaku sisi program Man and Biosphere (MAP) UNESCO. Arah program ini ialah mempromokan pelestarian keberagaman hayati dan pembangunan berkepanjangan, dengan menyertakan warga lokal berdasarkan ilmu dan pengetahuan.

Teritori yang dianggap selaku Cagar Biosfer tidak cuman mempunyai tujuan membuat perlindungan dan melestarikan lingkungan hidup saja. Tetapi untuk memberikan faedah sosial-ekonomi untuk warga di tempat dimulai dari datarannya, laut, dan pesisir. Program ini digagas oleh UNESCO semenjak tahun 1971. Sampai sekarang Cagar Biosfer yang menyebar di 129 negara di dunia sejumlah 714.

Indonesia sendiri awalnya telah mempunyai 16 Cagar Biosfer yang dianggap UNESCO. Salah satunya terhitung Pulau Komodo yang menjadi ramai dibicarakan sebab inspirasi ngawur “Jurassic Park” itu, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Puting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hilir, dan Rinjani.

Nah, berita baiknya, UNESCO barusan memutuskan kembali tiga Cagar Biosfer baru di Indonesia. Merilis Kompas, penentuan ini dipublikasikan dalam sidang ke-32 International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) UNESCO tahun 2020, pada tanggal 28 Oktober 2020 kemarin.

Tentang hal ke-3 Cagar Biosfer baru ini ialah Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria, dan Merapi Merbabu Menoreh. Keseluruhan luas ke-3 Cagar Biosfer ini capai 2.237.373,26 ha. Sama ini Indonesia punyai 19 Cagar Biosfer yang dianggap dunia.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia – LIPI, Y. Purwanto menjelaskan 19 Cagar Biosfer di Indonesia punyai keseluruhan luas teritori sejumlah 20% dari keseluruhan luas teritori Cagar Biosfer yang ada. Menurut dia, perolehan ini bisa saja momen Indonesia dalam melakukan bermacam pakta berkaitan lingkungan hidup, keberagaman hayati, dan perombakan cuaca. Nah, berikut selayang pandang berkenaan tiga Cagar Biosfer baru Indonesia.


Berada di jantung Segitiga Terumbu Karang teritori Indo-Pasifik, Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa meliputi 746.405,92 ha lingkungan darat dan laut, mencakup mekanisme ekologi, rimba bakau dan pesisir, sampai ekosistem darat. Alam bawah laut Bunaken punyai seputar 390 terumbu karang, 3.000 spesies ikan, alga, dan rumput laut. Karena itu tidak bingung Bunaken populer selaku surganya beberapa penyelam.


Tidak kalah unik dengan Bunaken, Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria dengan luas 1.236.083,97 ha mempunyai ekosistem yang disebut kombinasi di antara kepulauan, daratan rendah, dan pegunungan. Teritori ini mempunyai 400 spesies fauna laut, dengan macam ikan hias dan terumbu karang. Sedikit mendangak ke atas, ada lanscape pegunungan yang akan menganakemaskan mata.


Dengan luas 254.876,75 ha, Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh populer dengan ekosistem rimba pegunungan yang menjadi rumah untuk bermacam flora dan fauna emdemik Jawa. Selain itu, teritori ini populer selaku tujuan favorite beberapa pendaki.

Nah, itu ia keterangan berkenaan Cagar Biosfer, berikut 3 teritori baru yang itetapkan UNESCO selaku Cagar Biosfer di Indonesia. Silahkan sama jagalah keberlangsungan alam, sebab dengan itu kita sudah berperan membuat perlindungan seluruh ekosistem dan warga di tempat.