Sinyal Nyata Kalau Kamu Perlu Resign Segera

Memperoleh pekerjaan sebagai dambaan ialah satu prestasi tertentu. Sebelumnya, kamu akan berbangga sebab sudah capai satu status di mana beberapa orang berlomba sabung ayam terpercaya merebutkanya. Kamu dengan suka hati terima upah dari pekerjaan dambaan yang rupanya cukup banyaknya.

Tetapi sesudah beberapa lama, rasa menyukai pekerjaan itu mulai menghilang tanpa ada alasan yang jelas. Di titik berikut seringkali kamu akan menanyakan dalam diri sendiri: “telah tepatkah saya pilih pekerjaan ini?”. Nah saat kamu mulai menanyakan, di situlah sebenarnya kebimbangan untuk meneruskan pekerjaan tampil. Jangan acuh atau mengabaikannya demikian saja. Sempatkan sesaat waktumu untuk pikirkan apa yang perlu dikerjakan seterusnya.

Memainkan kegiatan rutin harian yang itu-itu saja dapat membuat kamu malas bekerja. Tetapi sadar atau mungkin tidak, perasaan malas itu sebenarnya tampil karena rasa jemu yang kamu alami awalnya. Apabila pekerjaan yang semestinya dapat membuat kamu semangat malahan memunculkan rasa jemu, apa lagi yang dapat diinginkan?

Di titik ini kamu benar-benar tidak langsung bisa ceroboh memutus. Menandai tugasmu selaku pekerjaan yang menjemukan lalu cari pekerjaan baru. Tidak semacam itu. Pikir kembali beberapa bagian mana saja dari pekerjaan yang kamu lalui yang dapat membuat kamu jemu. Mungkinkan hal tersebut dirubah atau diperbarui? Bila dapat, tidak ada kelirunya coba lebih dulu. Tetapi bila tidak, memaksakan diri memainkannya cuman jadikan hidupmu tidak berbahagia.

Saat tidak segenap hati lakukan pekerjaan, kamu mulai akan berpikir yang tidak-tidak diantaranya ialah keluar dari pekerjaan. Pertimbangan untuk keluar dari pekerjaan ialah penumpukan dari kepenatan dan ketidak-bahagiaanmu pada pekerjaan.

Di lain sisi, kamu akan cari beberapa hal yang tarik dan kamu gemari. Yang kira-kira pas untuk gantikan pekerjaan yang pengin kamu meninggalkan. Pikiranmu yang terus-terusan pikirkan untuk selekasnya keluar akan punya pengaruh pada alam bawah sadar yang kurang lebih akan memengaruhi personalitas dan prinsip kerjamu. Tidaklah aneh bila di titik ini kamu mulai akan terlatih absen kerja, bohong dan ijin sakit, atau ambil cuti misalkan.

Beberapa buku mengenai usaha berhasil menjelaskan bila satu keberhasilan akan didapatkan bila kamu sanggup menaklukan kekuranganmu. Apa kamu percaya pada hal tersebut 100%? Kenapa menghabiskan waktu untuk konsentrasi menakhlukkan hal yang tidak dapat kita kerjakan.

Kompetisi pekerjaan ini ketat sekali, konsentrasilah pada hal yang betul-betul jadi ketrampilanmu, hal yang kamu paham.kamu mengerti benar bagaimana menjaringnkannya, dan hal sebagai minatmu. Bila kamu mulai bekerja dengan pekerjaan yang tidak dapat kamu kerjakan secara betul ataulah bukan ketrampilanmu, karena itu semestinya ajukan pertanyaan diri kamu apakah benar pekerjaan ini minatmu atau semata-mata cari uang penuhi keperluan?


Kesadaran sudah salah pilih pekerjaan akan tampil pada pucuknya, saat kita mengetahui jika tidak dapat kembali mendapati kebahagiaan. Bahkan juga, sekalinya pekerjaan itu yang kita idamkan sebelumnya. Kamu akan berasa terpenjara dan terjebak dengan beberapa hal yang rupanya tidak betul-betul kamu gemari. Tidak akan mendapati skema kerja yang sama; berarti kamu telah tidak akan tenteram dengan lingkungan pekerjaan, kegiatan rutin pekerjaan dan semua pekerjaan pekerjaan.