Profesor Mudji Sutrisno, Romo yang Tak Selalu di Gereja

Romo mudji ialah seorang pastur yang paling. Mengetahui dan meresapi kekuatan yang dipunyainya, dia sadar akan bakat. Dapat menulis, membuat sketsa, selain kekuatannya yang. Dia bangun saat di seminari,hal sadar akan talenta berikut yang memberikan dukungan beliau dalam jadi seorang seniman.

Tetapi landasan kenapa beliau pilih jadi seorang seniman ialah sebab kesayangan dan kepedulian pada negara. Seni bisa memberikan dukungan romo mudji dalam sampaikan pemikirannya mengenai kehidupan bernegara dan berpolitik. Dalam sektor seni menuis ini beliau sudah sukses hasilkan 28 buku, dan antara beberapa buku beliau adalah apa yang beliau pikir mengenai negara misalnya buku yang dengan judul buku DEMOKRASI SEMUDAH UCAPANKAH? terbitan Kanisius tahun 2002. 28 buku buku ini adalah terbitan semenjak tahun 1983 sampai 2010.

Seluruh pertimbangan beliau didasari pada pengalaman hidup yang beliau pernah lalui yang selanjutnya dihubungkan dengan iman yang dia hayati. Karakter nasionalisme yang sudah ayahnya berikan beliau aplikasikan di periode dewasanya. Seperti waktu dia jadi anggota dari KPU, dan tergabung dalam satu organisasi yang lain. Romo mudji benar-benar seorang imam tetapi benar-benar cukup berlainan dengan imam yang lain.

Ketika imam lain repot cuman pada kepentingan gereja, romo Mudji repot pada hal-hal lain bukan hanya repot dalam cakupan gereja saja. Beliau menjelaskan jika beliau cuman punyai satu jubah. Mengapa? Sebab saya ingin jika romo itu tampil bukan lantaran pakaiannya, tetapi sebab servicenya. Sebab prosesnya dan sebab pemberiannya berada di situ semua. Jadi menurut beliau seluruh rutinitas nya dalam aktivitas berseni dan tergabung dengan organisasi dan perduli akan keadaan bernegara adalah salah satunya bentuk servis untuk sama-sama dan membuat romo Mudji makin mengahyati iman yang dipunyainya.

Sebab jumlahnya prestasi romo Mudji ini karena itu banyak panutan yang dapat umat katolik mengambil, seperti jalankan keharusan selaku penganut Kristus yakni lakukan servis pada sama-sama dan perduli pada lingkungan sesuai ketertarikan dan talentanya tidak harus monoton servis di gereja saja. Ini menjadi pilihan untuk angkatan angkatan muda supaya bisa lakukan servis sama kekuatan dan ketertarikannya. Pilihan supaya bisa terjun langsung ke warga dan memberi servis hingga memberikan pada warga jika individu penganut Kristus itu baik dan perduli dan penuh kasih sama seperti yang diharapkan Tuhan.