5 Sinyal Nyata Kalau Kamu Perlu Resign Segera


Pekerjaan ialah kasus hari esok. Pilihnya pasti tidak dapat dengan ceroboh atau asal-asalan. Sektor apa yang pengin ditelateni atau pekerjaan jenis apa yang pengin ditempuh bagusnya dipikir matang-matang.

Masalahnya waktu tetap akan berjalan. Tiap detik yang dilalui dalam tempat kerja akan bermakna. Apa kita dapat mendapatkan pendapatan yang memenuhi, kemampuan yang oke, atau tempaan dalam tempat kerja supaya jadi individu yang lebih bagus kembali?

Nah bila macam rasa di bawah ini yang malah kamu alami, tidak ada alternatif lain. Dibanding bertahan, lebih bagus selekasnya resign dan mendapati pekerjaan baru yang dapat membuat kamu tenteram. Ingat, kamu bukan robot yang dapat 24/7 standby dan konsentrasi pada satu perihal saja 🙂

Memperoleh pekerjaan sebagai dambaan ialah satu prestasi tertentu. Sebelumnya, kamu akan berbangga sebab sudah capai satu status di mana beberapa orang berlomba merebutkanya. Kamu dengan suka hati terima upah dari pekerjaan dambaan yang rupanya cukup banyaknya.

Tetapi sesudah beberapa lama, rasa menyukai pekerjaan itu mulai menghilang tanpa ada alasan yang jelas. Di titik berikut seringkali kamu akan menanyakan dalam diri sendiri: “telah tepatkah saya pilih pekerjaan ini?”. Nah saat kamu mulai menanyakan, di situlah sebenarnya kebimbangan untuk meneruskan pekerjaan tampil. Jangan acuh atau mengabaikannya demikian saja. Sempatkan sesaat waktumu untuk pikirkan apa yang perlu dikerjakan seterusnya.


Memainkan kegiatan rutin harian yang itu-itu saja dapat membuat kamu malas bekerja. Tetapi sadar atau mungkin tidak, perasaan malas itu sebenarnya tampil karena rasa jemu yang kamu alami awalnya. Apabila pekerjaan yang semestinya dapat membuat kamu semangat malahan memunculkan rasa jemu, apa lagi yang dapat diinginkan?

Di titik ini kamu benar-benar tidak langsung bisa ceroboh memutus. Menandai tugasmu selaku pekerjaan yang menjemukan lalu cari pekerjaan baru. Tidak semacam itu. Pikir kembali beberapa bagian mana saja dari pekerjaan yang kamu lalui yang dapat membuat kamu jemu. Mungkinkan hal tersebut dirubah atau diperbarui? Bila dapat, tidak ada kelirunya coba lebih dulu. Tetapi bila tidak, memaksakan diri memainkannya cuman jadikan hidupmu tidak berbahagia.


Saat tidak segenap hati lakukan pekerjaan, kamu mulai akan berpikir yang tidak-tidak diantaranya ialah keluar dari pekerjaan. Pertimbangan untuk keluar dari pekerjaan ialah penumpukan dari kepenatan dan ketidak-bahagiaanmu pada pekerjaan.